Tersangka Kasus Keterangan Palsu Akta Tanah Resmi Ditahan di Kerobokan

0
16
foto: Istimewa

[pl_row]
[pl_col col=12]
[pl_text]
Denpasar – Tersangka pemberian keterangan palsu dalam akta dan atau/penggelapan, Harijanto Karjadi (65) resmi mendekam di Lapas Kelas II A Denpasar di Kerobokan, Jumat, 27 September 2019 siang. Penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara bos hotel Paradiso ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Setelah menjalani pemeriksaan selama satu jam di Kejari, Harijanto langsung dibawa ke Lapas Kerobokan menggunakan mobil tahanan Kejari.

“Kita ada terima pelimpahan berkas perkara tahap dua atas nama Harijanto Karjadi. Dan dilakukan penahanan di Lapas Kerobokan selama dua puluh hari kedepan, terhitung mulai hari ini, 27 September 2019,” ungkap Kasi Intel Kejari Denpasar, Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma.

Dikatakan Ary Kusuma, alasan dilakukan penahanan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana. Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tiga orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara ini. Mereka adalah I Ketut Sujaya, SH, Eddy Arta Wijaya, SH dan Martinus Tondu Suluh, SH., MH.

“Kalau sidangnya, nanti setelah dakwaannya sudah siap. Sekarang kita baru terima pelimpahan dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, pelimpahan bos hotel dari Polda Bali ke Kejari Denpasar ini sengaja ditutupi oleh polisi dari awak media. Direktur Reserse dan Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Bali, Kombes Pol Yanuar Kus Nugroho dan Kabid Humas, Kombes Pol Hengky Widjaja yang dikonfirmasi beberapa awak media hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Harijanto diduga telah melakukan praktik tindak pidana manipulasi administrasi hukum dalam bentuk kepemilikan saham, yang dipindahtangankan lagi oleh tersangka saat masih diagunkan. Tindak pidana itu dilakukan bersama sang kakak Hartono Karjadi.

Tak tanggung-tanggung, dalam dugaan praktik ini pihak Bank Sindikasi sebagai debitur kecolongan ratusan miliar rupiah.

Dalam dunia bisnis, kedua adik-kakak ini memiliki nama besar di Indonesia sebagai pengusaha di bidang properti dan pengelolaan hotel. Dari informasi yang didapat, sebelum usaha lainnya yang telah ditutup adalah Deejay Club yang disinyalir sempat sebagai tempat peredaran narkoba.

Kabar ini dibuktikan ketika petugas melakukan razia Gabungan Operasi Gaktib (RGOG) 12 Agustus 2018 pukul 04.00 Wita, yang dipimpin Dandenpom Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro. Ratusan butir pil ekstasi ditemukan di tempat hiburan malam itu dengan dugaan akan diperdagangkan di dalam kawasan Deejee Club.

Deejay Club berlokasi di Jalan Kartika Plaza Kuta. Harijanto Karjadi diamankan oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia di sebuah bandara Malaysia, Rabu (31/7) malam. Saat itu ia ditengarai akan kabur ke Hongkong mengikuti sang kakak yang telah berhasil lolos. Smeentarz, Hartono Karjadi saat ini masih dalam pengejaran polisi. (*)
[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]