Ngurah Artha VS AWK, Ismaya: Sesama Orang Bali Jangan Berseteru

0
55

Denpasar, Rawa Rontek – Tokoh pemuda Bali, I Ketut Putra Ismaya Jaya menyayangkan terjadinya perseteruan antara dua tokoh masyarakat Bali, yakni I Gusti Ngurah Harta dengan Arya Wedakarna (AWK).

Ia mengatakan bahwa tidak semestinya dua tokoh (AWK dan Ngurah Harta) yang sama-sama trah ksatria Bali malah saling ‘berperang’ dan menjatuhkan satu sama lain.

“Sebenarnya tidak ada asap tanpa ada api. Tapi marilah sebagai sama-sama tokoh yang jadi figur rakyat Bali, dapat duduk bersama dan ‘legowo’ untuk saling menegakkan dharma,” ujar pria yang akrab dipanggil Keris, via telepon, Rabu (22/1).

“Jangan yang salah kemudian mengaku benar, lantas melakukan hujatan. Ingat, kita ini bersaudara,” imbuhnya, menegaskan.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, perseteruan dua tokoh yang dimaksud semakin memuncak, ditandai dengan langkah Ngurah Harta melaporkan AWK ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali, pada Selasa (21/1) lalu, soal klaimnya sebagai Raja Majapahit Bali.

Untuk menyelesaikan polemik perseteruan ini, Keris melanjutkan, pihaknya menginginkan agar keturunan raja asli Bali turun tangan menyikapi masalah ini.

“Ngiring Ida Ratu yang menjadi trah asli raja-raja yang pernah ada di Bali untuk memanggil kedua tokoh yang sama-sama menjaga Bali ini untuk didudukan terlebih dahulu. Ketika AWK salah patut rasanya ditegur agar menghargai puri yang sebenarnya. Ngurah Harta juga sebagai tokoh budayawan Hindu, ikut urun saran dulu. Karena kalau kita menghargai sejarah dan menghormati sejarah keturunan asli raja, berhak memanggil siapa saja nyame Hindu yang berseteru untuk diberikan bimbingan dan diarahkan agar jangan perang sesama saudara, nanti lawan yang sebenarnya tertawa melihat ini terjadi,” ajaknya.

Dan, ia pun mengajak kedua belah pihak untuk ‘mulat sarira’. “Jangan sebatas hanya di wacana saja ingin menyatukan umat Hindu di Bali. Ayo tunjukkan langkah nyata dengan duduk bersama,” tandasnya mengajak. (Tim)